Jumat, 28 Mei 2010

PEMBATASAN BBM BERSUBSIDI


JAKARTA - Rencana untuk tidak menjatah pengguna sepeda motor dalam menggunakan BBM bersubsidi kembali menuai protes. Kebijakan tersebut dinilai sangat tidak masuk akal.

"Kebijakan tersebut sangat tidak masuk akal, saya minta untuk dikaji ulang dan saya akan mengecek kenapa bisa begitu. Ingat ya, pemilik sepeda motor rata-rata rakyat kecil," kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Seperti diketahui, tampaknya para pengguna sepeda motor mesti bersiap-siap untuk pindah menggunakan BBM nonsubsidi. Pemerintah saat ini sedang mengkaji untuk tidak menjatah pengguna sepeda motor untuk menggunakan BBM bersubsidi.

"Kalau sepeda motor kita sudah bicara dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kelihatannya sepeda motor enggak bisa (dapat BBM bersubsidi)," ujar Dirjen Migas Evita Legowo, kemarin.

Wacana pembahasan penggunaan BBM bersubsidi saat ini masih dalam proses di mana pemerintah sudah menyepakati angkutan umum adalah salah satu kendaraan yang masih memperoleh BBM bersubsidi. Sementara itu, terkait dengan mobil pribadi saat ini masih dalam pembahasan.

"Kita sudah mengkaji tapi belum tuntas. Rencananya tahun ini akan diterapkan. Tapi semuanya sudah sepakat bahwa untuk angkutan umum plus (satu jenis kendaran pribadi). Plusnya itu yang belum sepakat," ucap Evita.

Menurutnya, terkait pembahasan satu jenis kendaraan pribadi itu, dapat dikaji dari tahun pembuatan, kapasitas mesin (cc), dan wilayah yang mana dulu yang akan direalisasikan. Diharapkan pengkajian tersebut dapat selesai pada Juni dan direalisasikan pada Agustus mendatang.

"Uji cobanya sih di Pulau Jawa. Harapannya pengkajian ini akan diputuskan akhir Juni dan Agustus bisa diterapkan," tandasnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar